SI KELINGKING
Disebuah desa di Pulau Belitung hidup sepasang suami istri, walaupun mereka hidup miskin, mereka tetap hidup rukun, namun mereka belum memiliki anak, hampir setiap saat mereka berdoa untuk dikaruniai anak walaupun sebesar kelingking, beberapa bulan istrinya mengandung, dan keesokan harinya istrinya melahirkan alangkah terkejutnya melihat bayinya hanya sebesar jari kelingking, mereka memberi nama Kelingking.
Saat tumbuh besar kelingking mempunyai kebiasaan aneh, badannya sangat kecil, tetapi si Kelingking mampu menghabiskan makanan yang banyak. Orang tuanya jadi sering kerepotan. Mereka miskin. Untuk makan sehari-hari saja susah. Ditambah kerakusan si Kelingking maka kesabaran mereka jadi hilang.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuang jauh-jauh si Kelingking. Pada suatu hari, sang ayah mengajak si Kelingking ke hutan untuk mencari kayu. Setibanya di tengah hutan, sang ayah segera menebang pohon dan diarahkan kepada anaknya. Beberapa saat kemudian,pohon besar itu roboh menimpa si Kelingking. Setelah memastikan dan yakin anaknya mati, sang ayah segera kembali ke rumahnya, menceritakan kepada istrinya. Sang istri pun menjadi lega. Mereka lupa bahwa membunuh anaknya sendiri perbuatan tercela. Mereka mengira tanpa si Kelingking hidup mereka akan tenang, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar.
"AYAH...!AYAH...! DILETAKKAN DIMANA KAYU INI?"suara keras terdengar dari luar rumah.
Istrinya pun bertanya penuh rasa heran,
"Bang! bukankah anak itu sudah mati?"tanya istri heran.
Sang suami mengajak istrinya keluar melihatnya.Mereka sangat terkejut melihat si Kelingking sedang memikul sebuah pohon besar di pundaknya. Setelah meletakkan kayu pohon itu, si Kelingking langsung mencari makanan di rumahnya karena merasa kelaparan, ia pun menghabiskan sebakul nasi. Sementara ayah dan ibunya hanya duduk terheran -heran melihat anaknya, mereka kehabisan akal untuk menyingkirkan si Kelingking,ketika melihat si kelingking begitu lahap makanya seolah tak pernah tahu niat jahat orang tuanya. Akhirnya mereka sadar si Kelingking adalah darah dagingnya yang harus dijaga dengan baik.Sejak saat itu mereka menerima keadaan si Kelingking apa adanya.Ternyata keberadaan si Kelingking sangat berguna, dengan tenaganya yang kuat. Pada akhirnya si Kelingking menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga dan kehidupan mereka menjadi lebih baik.
1.Sinopsis cerpen "Si Kelingking":
Seorang pasangan suami istri yang hidup miskin di Pulau Belitung berdoa untuk memiliki anak. Setelah beberapa bulan, istri mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat kecil, sebesar jari kelingking. Mereka memberi nama anak itu Kelingking. Meskipun kecil, Kelingking memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan nafsu makan yang besar.
Orang tua Kelingking merasa frustrasi dengan keadaan mereka yang miskin dan kekurangan makanan, sehingga mereka ingin membuang Kelingking. Suatu hari, ayah Kelingking membawanya ke hutan dan meninggalkannya di bawah pohon yang ditebang. Namun, Kelingking ternyata selamat dan kembali ke rumah dengan memikul pohon besar di pundaknya.
Orang tua Kelingking sangat terkejut dan kehabisan akal untuk menyingkirkan Kelingking. Namun, setelah melihat kekuatan dan kemampuan Kelingking, mereka akhirnya menerima keadaan anaknya apa adanya. Kelingking kemudian menjadi sumber tambahan penghasilan keluarga dengan kekuatannya yang luar biasa, dan kehidupan mereka menjadi lebih baik.
2.MENYEBUTKAN
TEMA:
"SI KELINGKING"
TOKOH UTAMA DAN WATAK:
Si Kelingking:pekerja keras
AMANAT:
Tidak boleh memandang fisik apalagi melakukan sesuatu yang membahayakan orang lain.
Hidup dan mati adalah takdir Tuhan bukan manusia.
Komentar